infoinhil.com .: Situs Berita Inhil #1:.

Friday
Jul 25th
Home

Pengemudi Becak Keberatan Untuk Mengantongi SIM

Tembilahan – Terkait dengan akan dibahasnya Rancangan Undang-Undang Lalu Lintas Angkutan Jalan (UU LLAJ) dimana nantinya pengemudi kendaraan tidak bermotor yang digunakan untuk angkutan umum, sepert becak harus mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM), mendapatkan tanggapan beragam dari pengemudi becak dayung di Inhil.

Salah seorang pengemudi becak, Amat yang ditanyai tentang kewajiban mereka mengantongi SIM nantinya, mengemukakan hendaknya permasalahan ini menjadi perhatian pemerintah kepada wong cilik seperti mereka. “ Berat rasanya kalau kami harus buat SIM, berapa pula biaya yang harus kami keluarkan. Pendapatan dari menarik becak saja pas-pasan,” tanggapnya.

“ Saat ini saja kami sudah kesulitan untuk mencari penumpang, karena banyak warga yang sudah memiliki kendaraan sendiri dan ada juga yang diantar jemput anak-anaknya ketika mereka belanja kepasar,” sebut Thaha,, pengemudi becak lainnya.

Menurutnya, kalau dulu disaat warga masih banyak yang tidak memiliki kendaraan sendiri, pendapatan mereka masih dapat diandalkan. “ Namun saat ini banyak warga yang sudah memiliki kendaraan sendiri, selain itu dengan mudahnya komunikasi mereka tinggal minta jemput ketika pulang belanja dipasar. Jadi, berat juga kalau harus diminta buat SIM,” ketusnya.

Ada pula pengemudi becak yang menyambut pasrah saja kalau mereka diharuskan mengantongi SIM. Menurutnya, kalau itu sudah menjadi keputusan pemerintah, maka ia ikut saja. “ Ya mau bagaimana lagi, kalau itu sudah keputusan pemerintah, maka kita ikut saja,” ucap Ujang (48), yang saat ditemui sedang mangkal menunggu penumpang didepan Bank BNI Jalan Sudirman, Senin (12/1).

Walaupun, menurutnya kalau dilihat dari sisi pendapatan, pekerjaan seperti mereka ini bisa dikatakan hanya cukup untuk makan saja. Sehingga dulu ia juga sempat bekerja sebagai penjual barang-barang bekas. “ Dulu saya juga jualan barang-barang bekas, tapi kita sudah berhenti, karena tak ada lagi modal,” ujarnya sambil memperlihatkan kartu Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKL) miliknya. (my/spt)