DUMAI - Pada saat kedatangan Ferry Batam Jet, 2 personel intel Lanal Dumai yang Sedang melaksanakan  Pengamanan atau pemantauan melihat 8 WNA turun dari kapal. Kemudian Personel intel Lanal Dumai yang sedang melaksanakan tugas langsung mendatangi ke 8 Orang WNA tersebut memeriksa dan menanyakan identitas namun mereka tidak dapat menunjukan identitas. Kamis (16/3/2017)Siang.

DUMAI - Belasan orang massa dari Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dengan Korlap Sdr. M Afdholuddin Al Anshory melaksanakan aksi damai di Kantor Walikota Dumai Jl. Perwira Kel. Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai. Selasa (14/3/2017) pada Pukul 11.00 Wib.

Massa dari Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini menuntut PT. PGN agar melengkapi asas kepatutan terkait persoalan tertib administrasi dan Prosedur yang ada / Amdal dan segera menjelaskan MOU antara Pihak Investor dan Masyarakat Kota Dumai terkait Pasangan Pipa Gas milik PT. PGN.

Massa juga menuntut Perjelaskan Pertanggung Jawaban Proyek setelah Pekerjaan selesai / setelah beroperasi, merubah Master Plan Penanaman Pipa Gas di Kota Dumai serta mensosialisasikan segala bentuk Proyek PT. PGN kepada Masyarakat Kota Dumai.

Pengunjuk rasa diterima oleh Sekda Kota Dumai Bpk. Moh Nasir di ruang pertemuan Kantor Walikota pada Pukul 11.15 wib dengan memberikan tanggapan bahwa pembangunan PGN di Kota Dumai adalah salah satu objek Riau, otlet atau investasi pemerintah dititik beratkan didaerah Dumai sebagai investasi, dan Kota Dumai merupakan Kota strategis dalam investasi penanaman modal terutama dalam industri yaitu penanaman pipa gas, pengembangan pembangunan konstruksi penanaman pipa gas dijalan provinsi dan kota.

Rencana strategi pananaman investasi industri, prosedur mengacu pada investasi dan penanaman modal yang ada diprovinsi, dalam hal ini kenapa tidak melibatkan masyarakat langsung terkait dgn MOU kerja sama dgn masyarakat dan pemerintah sdh memiliki ijin dari pemerintah, BUMN dan PGN dan bertanggung jawab pada jalur pipa jalan provinsi dan kota dan nantinya akan disalurkan langsung kerumah rumah masyarakat sesuai hasil dari sondingan dari PGN dgn BUMN.

Terkait dgn master plan, sdh didiskusikan dgn aparat pemerintah, beberapa waktu lalu dan Walikota sdh mendatangani kesepakatan untuk memberi kemudahan investor masuk di wilayah Kota Dumai supaya pertumbuhan ekonomi hidup dan tenaga kerja jalan, memberi kesejahteraan bagi masyarakat Kota Dumai.

Dinas Bina Marga akan mendampingi seluruh jalur penanaman pipa gas, agar nantinya setiap penggalian penanaman pipa gas akan diadakan pengembalian kondisi seperti semula dan pemerintah menjamin keamanan dalam penggalian pipa gas.

Pada kesempatan tersebut Sdr. M Afdholuddin Al Anshory, selaku Ketua PMII menyampaikan beberapa hal diantaranya Apakah pemerintah tidak khawatir terhadap dampak proyek pemadangan Pipa PGN, seharusnya Pemerintah berfikir akan dampak mana yang lebih besar, negatif apa positifnya, Kami takut ada indikasi gara-gara kepentingan segelintir oknum nanti yang menjadi korban masyarakat.

Sementara itu, Tanggapan dari Sdr. Hendri Sandra (Kepala Dinas BPTPM Kota Dumai) terhadap penyampaian/pertanyaan Sdr. Anshory adalah pemerintah telah menyerahkan persoalan kajian teknis kepada Bidang-bidangnya.

"Untuk dampak positif dan negatif yang ditakutkan terjadi seperti ledakan pipa gas, kita perlu ingat perkembangan teknologi itu semakin canggih dan evaluasi dari setiap peristiwa itu menjadi referensi untuk antisipasi dari hal-hal yang tidak dinginkan" Ujarnya menambahkan.

Setelah selesai acara pertemuan, selanjutnya para pengunjuk rasa bergerak menuju lokasi penanaman Pipa PGN di Jln. Kelakap Tujuh/Ratu Sima Kel. Ratu Sima Kec. Dumai Selatan, Kota Dumai untuk melakukan orasi dikarenakan perwakilan dari PT. Tekma maupun PGN tidak ada yang menerima.

Page 3 of 3