Developed in conjunction with Joomla extensions.

Aliansi Rakyat Dumai Bersatu Gelar Aksi Damai di Kantor DPRD Dumai

Dumai
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

DUMAI (Infoinhil.com) - Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Dumai Bersatu menggelar aksi damai dan hearing di Kantor DPRD Dumai terkait penanaman pipa gas milik PT. PGN Kota Dumai. Kamis (16/3/2017).

Pengunjuk rasa diterima oleh Wakil Ketua DPRD Zainal Arifin beserta anggota DPRD Kota Dumai di ruangan rapat gedung DPRD Kota Dumai.

Dalam kesempatan tersebut, korlap aksi Budi Adrian menyampaikan bahwa Aliansi Masyarakat Dumai Bersatu tidak menghambat pembangunan, tapi mengharapkan pemerintah mengkaji manfaat dan dampak dari pembangunan tersebut karena sampai saat ini pihak PGN belum ada melakukan sosialisasi kepada masyarakat dalam penanaman pipa gas karena tidak seimbang resiko yang akan ditanggung oleh masyarakat Kota Dumai.

"Kami minta agar penanaman pipa gas dihentikan sementara dan diharapkan pemerintah (Walikota Dumai) mengkaji ulang tentang izin penanaman pipa gas PT. PGN dan apabila masih dilanjutkan, maka kami akan melakukan aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar"ujar korlap aksi.

"Aksi ini tidak hanya sampai disini saja, mungkin akan sampai ke DPRD Provinsi bahkan sampai ke DPRD Pusat"sambungnya.

Sekda Kota Dumai, M Nasir dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa untuk pipa transmisi dari Duri sampai ke Kota Dumai, titik distribusi adalah simpang tiga Dumai Pelintung, rekomendasi penanaman pipa distribusi sesuai dengan setatus jalan, jika jalan provinsi maka izin dikeluarkan dari provinsi, dan jika statusnya jalan negara maka isinya dikeluarkan oleh Pusat.

Dari pantauan dilapangan, pertemuan yang dilaksanakan belum ada diperoleh kesepakatan dan pengunjuk rasa akan kembali melakukan aksi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak direalisasikan dalam waktu 2 x 24 Jam.(Aw/IIC)

Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.