Developed in conjunction with Joomla extensions.

Kondisi Jembatan Dusun Tua Lemang Memperihatinkan

Keritang
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Tembilahan (infoinhil.com) – Kondisi jembatan di Dusun Tua Lemang saat ini sangat memprihatinkan karena kerusakan amat parah. Dimana kondisinya itu dinilai sangat membahayakan bagi masyarakat yang melintas di atas jembatan tersebut.

Sebagaimana yang diungkap Udin salah seorang warga Dusun Tua lemang kepada wartawan, dikatakannya bahwa kerusakan pada jembatan tersebut sudah ada hampir selama lima tahun. Pada awalnya kerusakan tidaklah separah sekarang, tapi karena tidak pernah diperbaiki, akibatnya kerusakan menajadi seperti sekarang ini. Padahal keberadaan jembatan tersebut sangat vital bagi masyarakat sekitar,

“Sebenarnya jembatan itu merupakan satu-satunya akses yang   menghubungkan dengan desa tetangga. makanya mesti menyadari resiko yang harus mereka alami, Kita terpaksa melintas di jembatan tersebut, meski tahu resiko yang akan Makanya sudah ada beberapa warga yang pada gilirannya terjatuh ke sungai berikut kenderaan bermotor milik mereka,"ujarnya.

Sementara itu salah seorang anggota DPRD Inhil dari Partai Bintang Repormasi (PBR) Ali Naspak membenarkan kerusakan yang terjadi dengan jembatan tersebut.   kerusakan yang terjadi berlangsung sudah cukup lama, dan hingga sekarang belum pernah mendapat perehaban dari Pemkab Inhil.

"Semenjak selesai di bangun oleh salah satu perusahaan ayng beroperasi di kawasan tersebut, belum pernah sekalipun mengalami perbaikan, akibatnya kerusakan menjadi sagat parah dan sangat membahayakan warga yang melintas diatasnya," katanya.

Meski kerusakan sudah sangat mengkawatirkan dan usulan perehaban sudah sering dilakukan, hingga setakat ini belum pernah mendapat tanggapan dari Pemkab Inhil. Meskinya Pemkab cepat tanggap melihat kondisi tersebut, karena itu berkaitan dengan keselamatan warga setempat. "Sudah banyak warga yang jatuh, untung saja belum ada yang sampai meninggal dunia," terangnya.

Ditambahkannya, padahal daerah sekitar adalah salah satu penghasil komuditi perkebunan dan pertanian yang sangat potensial. diperkirakan dalam 15 hari hasil perkebunan yang dikeluarkan oleh masyarakat mencapai 1.000 ton. Akibat kerusakan yang terjadi, masyarakat terpaksa menambah biaya untuk melansir hasil perkebunan dan pertanian yang mereka jual.     

"Sangat disayangkan, akibat kerusakan jembatan yang terjadi penjualan hasil perkebunan dan pertanian warga jadi terhambat. Makanya keinginan warga setempat bagaimana jembatan tersebut dapat diperbaiki pada tahun ini,"tambahnya. (spt)   
 

Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.