Sidebar

16
Sun, Jun

Pekanbaru - Pengumuman 1 Syawal oleh pemerintah baru pada malam hari membuat perkiraan sejumlah masyarakat menjadi meleset. Gubernur Riau, Rusli Zainal pun terpaksa meralat jadwal open house.

Menjelang salat magrib tadi, Senin (29/8/2011) Kepala Biro Humas Pemprov Riau, Chairul Riski telah menyampaikan undangan lewat SMS kepada tokoh masyarakat, alim ulama, jajaran pemerintah, kepolisian, TNI dan masyarakat untuk dapat hadir diacara open house di Gedung Daerah di kediaman Gubernur Riau hari Selasa (30/8/2011).

JAKARTA - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah jatuh pada Selasa, 30 Agustus mendatang.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta Sun’an Miskan mengatakan, ijtimak atau waktu konjungsi menjelang Ramadan terjadi pada Senin 29 Agustus pukul 10.05 WIB.

JAKARTA- Meski Muhammad Nazaruddin sudah di Tanah Air, kritik masih terus dilayangkan kepada KPK terkait pemulangan eks-Bendum Partai Demokrat itu yang menggunakan pesawat carter berbiaya Rp4 miliar.

Menanggapi pernyataan miring tersebut, Wakil Ketua KPK mengungkapkan alasan pemulangan Nazaruddin.

JAKARTA - Sepak terjang Muhammad Nazaruddin sungguh luar biasa. Setelah kabur ke luar negeri dan melemparkan "bola panas" di Indonesia, mantan bendahara umum Partai Demokrat itu, mencoba menyuap polisi yang menangkapnya di Cartagena, Kolombia.

Hal itu diungkapkan Duta Besar Republik Indonesia di Kolombia Michael Menufandu kepada Kompas, yang menghubunginya dari Jakarta, Selasa (9/8).

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dianggap memiliki peran penting dalam menuntaskan kasus Muhammad Nazaruddin hingga akar-akarnya. KPK bahkan dinilai sebagai pihak yang menentukan hitam atau putihnya kasus ini.

Mengapa demikian? Menurut Anggota Komisi Hukum DPR Bambang Soesatyo, publik telah mencatat semua ocehan Nazaruddin saat berada di pelarian. Karena itu, konsisten atau tidaknya Nazaruddin sedikit banyak ditentukan oleh bagaimana KPK memperlakukan mantan Bendahara Partai Demokrat itu.

Segel tas hitam Muhammad Nazaruddin sempat dibuka di Kedutaan RI di Kolombia.
VIVAnews - Saat ditangkap polisi Kolombia, Muhammad Nazaruddin, membawa sebuah tas kecil berwarna hitam. Tas kecil itu kini sudah diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Tas hitamnya sudah diserahterimakan dari Pak Dubes ke KPK. Sudah dibawa kembali ke Jakarta bersama Nazaruddin," kata Made Subagia, pejabat Kedubes RI di Kolombia, saat dihubungi VIVAnews.com, Jumat 12 Agustus 2011.

JAKARTA - Ucapan selamat serta apresiasi terus mengalir ke institusi kepolisian menyusul kepastian telah tertangkapnya M Nazaruddin di Kota Cartagena, Kolumbia pada Minggu, 7 Agustus lalu.

Polisi dalam kaitan ini dianggap telah berprestasi. Pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar memiliki pendapat berbeda menyikapi hal ini.

More Articles ...