Developed in conjunction with Joomla extensions.

Keluarga Model Tiara Datangi RS untuk Minta Maaf ke Driver Ojol

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Keluarga Model Tiara Datangi RS untuk Minta Maaf ke Driver Ojol Tiara Ayu Fauzyah (Foto: dok. Facebook)
Jakarta - Keluarga model Tiara Ayu Fauzyah (25) sudah datang ke RS Tarakan, tempat driver ojek online (ojol) Muhammad Nur Irfani, korban tabrakan, dirawat. Namun keluarga Irfan, yang masih syok, belum siap menemui keluarga Tiara.

"Sore kemarin datang ke sini, ada Ibu, kemudian Tante dan Om serta sepupunya. Dia ingin menjenguk korban. Dari itikadnya sih baik ya, dia minta maaf dan siap bertanggung jawab," kata rekan Irfan, Arief, di RS Tarakan, Jakarta Pusat, Rabu (11/4/2018).


Karena keluarga Irfan belum mau bertemu, akhirnya Arief-lah yang menemui keluarga model Tiara. Keluarga Irfan belum mau bertemu karena masih syok.

"Syok pasti. Kedua, nggak mau pikiran yang lain. Yang penting gimana caranya pasien bisa sadar dan kondisi baik, sembuh, dan fisik bagus. Mental kan belum tahu. Keluarga sih banyak berdoa," ucapnya.

Keluarga Irfan lebih dahulu menunggu penjelasan dari RS soal kondisi Irfan. Setelah itu, baru keluarga Irfan siap berunding dengan keluarga Tiara.

"Kami belum dijelasin kondisi pasien gimana (dari RS Tarakan), tindakan apa saja, hasilnya apa, belum dikasih tahu. Kita tunggu kondisi pasien. Cacat permanennya seperti apa. Sebanyak apa bagian tubuh yang dibuang. Kondisi dan kerusakan di mana lagi kita belum tahu. Itu dulu. Setelah itu, baru kami rundingkan kerugian dan apa saja yang perlu disiapkan dan apa saja yang jadi pertimbangan bagi keluarga pelaku," ucap Arief.


Kecelakaan itu berawal saat Tiara mengemudikan mobil di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, pada Senin (9/4) sekitar pukul 23.30 WIB. Saat melintas di perempatan Harmoni, Tiara mengendalikan mobil itu kurang hati-hati sehingga menabrak motor milik Irfan.

Tiara telah ditetapkan sebagai tersangka karena mengakibatkan korban luka berat. Tiara dijerat Pasal 310 ayat 3 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan ancaman pidana penjara 5 tahun dan/atau denda Rp 10 juta.




(imk/imk)

Sumber: detik.com
Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.