Developed in conjunction with Joomla extensions.

Pinta Maaf Pak RT yang Telanjangi Sejoli

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Tangerang - Pak RT yang merupakan terdakwa penelanjangan sejoli di Cikupa, Komarudin, menyesali perbuatannya. Ia mengaku khilaf dan meminta maaf atas perbuatannya.

"Saya memohon maaf yang sedalam-dalamnya kepada korban beserta keluarga. Karena khilaf dan emosi sesaat saya, ini harus terjadi," kata Komarudin membacakan pembelaan di PN Tangerang, Jalan TMP Taruna, Tangerang, pada Selasa, 3 April 2018.

Komarudin menyatakan, sebagai ketua RT, seharusnya bertanggung jawab meminimalkan perilaku tidak terpuji di lingkungannya. Ia juga meminta majelis hakim memberi hukuman yang ringan kepadanya.


"Saya menjadi ketua RT bukan hasil pemilihan. Semua saya terima atas suara warga, salah satu amanah yang saya emban adalah meminimalkan perilaku tidak terpuji di lingkungan saya," ucap Komarudin.

"Saya mengetuk hati nurani hakim yang mulai, tolong ringankan hukuman saya. Saya merasa apa yang diungkapkan korban tidak semuanya benar, apalah jadinya keluarga saya nanti," imbuhnya.

Selain Komarudin, lima terdakwa lain mengaku menyesal dan menangis di sepanjang persidangan dengan agenda pembacaan pleidoi. Salah satunya Gunawan, yang merupakan ketua RW, yang turut menjadi terdakwa, mengaku tidak punya niat melakukan kejahatan terkait peristiwa itu.

"Dari lubuk hati yang paling dalam, tidak ada sama sekali dari saya berbuat kejahatan maupun bermain-main dengan hukum," ujar Gunawan.

Kasus ini berawal pada 11 November 2017. Saat itu warga menggerebek sebuah kontrakan di Cikupa, Tangerang, karena diduga ada sejoli yang melakukan tindakan asusila. Warga yang gelap mata langsung menganiaya dan menelanjangi pasangan tersebut tanpa memberi kesempatan keduanya untuk menjelaskan apa yang terjadi.

Sejoli yang ditelanjangi itu pun berteriak dan menangis histeris. Namun, bukannya berhenti, warga malah mengarak mereka sejauh 400 meter dan merekam kejadian itu serta mengunggahnya ke internet hingga viral.

[Gambas:Video 20detik]


Polisi pun mengetahui kejadian itu dan melakukan penyelidikan. Hasilnya, polisi menyatakan tuduhan berbuat mesum yang dialamatkan warga kepada sejoli itu tidak benar.

Polisi kemudian menangkap enam orang dan menetapkan mereka sebagai tersangka. Keenamnya juga telah dituntut hukuman di pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

Berikut tuntutan terhadap para terdakwa:
1. Komarudin (ketua RT), dituntut 7 tahun bui
2. Gunawan (ketua RW), dituntut 2 tahun bui
3. Nuryadi (warga), dituntut 4 tahun bui
4. Iis Suparlan (warga), dituntut 4 tahun bui
5. Suhendang (warga), dituntut 4 tahun bui
6. Anwar Cahyadi (warga), dituntut 4 tahun bui.

Para terdakwa disebut melanggar Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan, Pasal 335 KUHP tentang Pembiaran, dan Pasal 29 UU Pornografi.
(haf/aan)

Sumber: detik.com
Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.