Developed in conjunction with Joomla extensions.

Merasa Dihina Buni Yani dengan Gerakan Jari, Jaksa Irfan Marah

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Jakarta - Jaksa Irfan Wibowo sempat meminta majelis hakim menegur Buni Yani. Dia menyebut Buni menghinanya dengan tatapan dan gerakan jari.

Hal itu terjadi di tengah-tengah persidangan di Gedung Arsip, Jalan Seram, Kota Bandung, Jawa Barat. Saat itu, pengacara Buni sedang membacakan pleidoi dan Buni menatap ke arah jaksa.

Entah mengapa, jaksa merasa tersinggung akan tatapan itu. Jaksa lalu meminta agar majelis hakim menahan Buni.

"Izin yang mulia, kami minta penahanan kepada terdakwa Buni Yani. Ini persidangan sangat mulia. Ini penghinaan," kata jaksa.

Protes itu langsung ditepis pengacara Buni Yani. Ketua majelis hakim M Saptono langsung menengahi.

"Semua yang bersidang di sini agar saling menghormati dan menahan diri kita semua hadir mendengarkan pleidoi," kata Saptono.

Setelah itu, sidang diskors sejenak. Jaksa Irfan Wibowo menyebutkan bila ada gerakan jari Buni yang dianggap menghina. Irfan pun mengaku memiliki bukti rekaman tersebut.

"Ada gerakan jari. Itu sangat menghina. Itu ada rekamannya," ucap Irfan di sela sidang.

Irfan menyebutkan awalnya Buni menatap ke arah jaksa ketika pengacara Buni membacakan pleidoi. Irfan lalu sempat meminta Buni menghadap ke arah majelis hakim dengan kode tangan.

"Pada saat membacakan nota pleidoi, terdakwa fokus ke saya dengan tatapan dan simbol tangan yang dikategorikan penghinaan. Saya sampaikan ke beliau dengan kode tangan untuk menatap ke depan," kata dia.

"Kami protes keras. Ini penghinaan terhadap persidangan. Dan ini akan berproses. Penghinaan terhadap persidangan tidak bisa dibiarkan," sambung Irfan.

Sementara itu, pengacara Buni, Aldwin Rahadian, mengatakan bila apa yang dilakukan Buni bukanlah penghinaan. Dia juga mempersilakan jaksa melapor apabila memang memiliki rekaman.

"Mereka punya rekaman, silakan buktikan," ucap Aldwin saat jeda sidang.

"Pak Buni melihat ke sana (jaksa) saling lihat-lihatan, saling melotot. Tidak ada bukti, sensitif saja mungkin tangan," kata Aldwin menambahkan.

Menurut dia, jaksa tidak perlu protes secara berlebihan. Dia juga meminta agar jaksa menghormati jalannya persidangan.

"Jaksa protes sebetulnya nggak perlu terjadi, sama-sama hormati persidangan ini. Mereka juga kesel juga kan," kata Aldwin.


(dhn/fjp)

Sumber: detik.com
Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.