Developed in conjunction with Joomla extensions.

Ditangkap di Tegal, Kenapa Letkol Untung Dikirim ke Korem Cirebon?

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Tegal - Letkol Untung Sutopo bin Syamsuri ditangkap di Tegal pada 11 Oktober 1965. Oleh warga dia selanjutnya diserahkan ke Corp Polisi Militer (CPM) Tegal. Namun oleh CPM Tegal dia diserahkan ke Korem Cirebon, padahal Tegal berada di teritorial Jawa Tengah. Kenapa?

Di kantor CPM, Untung diperiksa selama beberapa lama, untuk memastikan identitasnya. Komandan CPM Tegal waktu itu, Kapten M Isa, kemudian menghubungi Kolonel AJ Witono, yang saat menjabat sebagai Danrem Cirebon.

Rupanya Isa punya pertimbangan khusus melakukan kontak dengan Witono. Jika mengacu pada teritorial, seharusnya Isa melaporkan penangkapan Untung itu ke pimpinan tentara Jawa Tengah, karena Tegal berada di Jawa Tengah. Sedangkan Cirebon berada di Jawa Barat.

"Pihak CPM Tegal, Kapten M Isa, melaporkan ke Cirebon bukan ke Jawa Tengah karena pertimbangan bahwa wilayah Jawa Tengah saat itu merupakan basis merah. Dari Cirebon, Untung dibawa ke Jakarta," papar sejarawan Pantura, Wijanarto, Minggu (1/10/2017).

Baca juga: Di Tegal, Bahkan Bus Mudjur Tak Mampu Menghadang Kemalangan Untung

Menurut master sejarah lulusan Undip Semarang tersebut, ada dua versi penangkapan Untung yang berakhir di Kantor CPM Tegal. Versi pertama, Untung ditangkap setelah melompat dari bus di Kemandungan, lalu diserahkan ke CPM. Versi kedua ditangkap warga di Randugunting, lalu diserahkan ke CPM.

Sesampainya di Cirebon, Untung diterima langsung oleh Danrem, Kol AJ Witono. Pertemuan Witono dengan Untung di Markas Korem Cirebon ini telah banyak diungkap oleh beberapa penulis sejarah. Ada kejadian dan dialog menarik antarkedua perwira menengah TNI AD tersebut, karena sebelumnya sudah saling mengenal.

Beberapa hari sebelum meletusnya peristiwa G30S, Witono dan Untung bahkan sempat bertemu dalam sebuah acara di Bandung. Saat itu Witono menyampaikan keinginannya akan ke Jakarta pada 1 Oktober 1965 untuk mencari film guna memeriahkan peringatan Hari ABRI pada 5 Oktober.

Baca juga: Pelarian Untung: di Bus Dikira Copet, di Kampung Dituding Maling

Pada saat itu Untung menyambut baik rencana Witono. Dia bahkan menawari Witono untuk menginap di Mess Tjakrabirawa. Witono memang kemudian membatalkan rencana itu karena orang yang diminta mencarikan film itu di Jakarta rupanya sedang bepergian.

Dari Cirebon, Untung kemudian dibawa ke Jakarta. Untung selanjutnya menghadapi peradilan militer atas tuduhan mengotaki penculikan dan pembunuhan enam perwira tinggi dan seorang perwira menengah TNI AD. Tahun 1966, Mahmilub menvonis Untung bersalah dan selanjutnya dia menjalani eksekusi mati di Cimahi, Jawa Barat.
(mbr/mbr)

Sumber: detik.com
Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.