Developed in conjunction with Joomla extensions.

Soal Papua, Jokowi Perintahkan Kapolri Tindak Tegas Pelaku Diskriminasi Ras

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan perintah pada Kapolri Jenderal Tito Karnavian berkaitan dengan peristiwa di Surabaya, Jawa Timur yang berkelindan dengan kerusuhan di Manokwari dan Sorong di Papua Barat. Akar permasalahan kerusuhan tersebut diduga terkait adanya diskriminasi ras.

"Saya juga telah memerintahkan Kapolri untuk menindak secara hukum tindakan diskriminasi ras dan etnis yang rasis secara tegas," kata Jokowi saat konferensi pers di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/8/2019).

Terlepas dari itu Jokowi mengaku selalu memantau kondisi terkini di Papua dan Papua Barat. Menurut Jokowi, saat ini situasi di provinsi paling timur Indonesia itu sudah normal.

Rangkaian peristiwa ini bermula dari adanya ricuh di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Jalan Kalasan, Surabaya, pada Sabtu (17/8) sore. Polisi berencana menjemput mahasiswa asal Papua di asrama terkait insiden pembuangan bendera Merah Putih. Namun, sudah 1 jam ditunggu, mahasiswa itu tak mau keluar.

Karena peringatannya tak diindahkan, polisi akhirnya memilih melakukan tindakan tegas dengan menembakkan gas air mata. Terdengar hampir 20-an tembakan menggema.

Tindakan tersebut yang kemudian dipersoalkan oleh para mahasiswa di Surabaya tersebut. Terlebih, menurut para mahasiswa Papua, ada kalimat-kalimat rasis yang ditujukan kepada para mereka.

Tindakan tersebut kemudian juga menyulut protes di Papua dan Papua Barat. Kerusuhan bahkan sempat terjadi di berbagai wilayah di Papua Barat.

Tonton Video Oknum Rasis Asrama Papua di Surabaya, Moeldoko: Akan Ditindak Tegas:

[Gambas:Video 20detik]


(dhn/fjp)


Sumber: detik.com
Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.