Sidebar

16
Sun, Jun

Developed in conjunction with Joomla extensions.

Sistem One Way Hanya Memindah Kemacetan, Bukan Mengurai Kemacetan

Ilustrasi One Way Foto: Wisma Putra

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Jakarta - One way atau sistem jalur searah jadi senjata pamungkas pemerintah untuk menyiasati terjadinya kemacetan di ruas tol Trans Jawa saat mudik 2019. Saat periode mudik, sistem jalur searah ini memang sukses membuat jalan tol Trans Jawa jadi lengang dan tidak ada kepadatan. Tapi saat arus balik, one way tidak cukup ampuh mengantisipasi kemacetan di sejumlah titik.

"Di arus balik kemarin, (one way) bukannya mengurai kemacetan, melainkan hanya memindahkan kemacetan ke titik depan," ujar Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia, Kurnia Lesani Adnan, saat kepada detikcom, Rabu (12/6/2019).

Menurut Sani sistem one way bisa dikatakan senjata terakhir untuk mengurai kemacetan di satu titik. Tapi hal itu bukan berarti membuat seluruh rua tol jadi bebas macet.

"Pengalaman kemarin saya terjebak kemacetan di Banyumanik (Semarang) kemudian dibuka one way hingga ke Kalikangkung, itu memang benar mengurai macet. Tapi di ujung, kendaraan menumpuk," terangnya.

Pengalaman detikcom saat mengikuti arus balik pada hari Minggu (10/6/2019), mengonfirmasi pernyataan tersebut. Saat melintasi GT Pejagan Brebes hingga GT Palimanan Cirebon, arus lalu lintas memang cukup lancar. Namun setelah melewati GT Cikampek di km 70, kendaraan mulai menumpuk dan menimbulkan kemacetan panjang. Bahkan dari Cikampek ke Bekasi, dibutuhkan waktu 4 jam.

Menurut Sani, sistem jalur searah saja belum cukup mengatasi kemacetan lalu lintas di periode puncak arus balik. Sani merekomendasikan supaya pengelola tol juga menutup pintu tol ketika arus kendaraan dalam tol sudah mencapai kapasitas puncaknya. Jadi pengguna jalan yang ingin masuk tol, lebih baik diarahkan ke jalan non tol.

"Untuk antisipasi, seharusnya pintu tol ditutup jika arus sudah padat. Jadi misalkan di GT Banyumanik ada peningkatan, GT Ungaran ditahan dulu. Mundur lagi ke GT Bawen, GT Bawen ke Salatiga, GT Salatiga ke GT Kartasura, mundur lagi GT Colomadu, harusnya ini yang dilakukan. Yang kemarin itu cuma mindahin macet ke titik depan," terang Sani.

"Meski demikian, kami tetap berterima kasih kepada pemerintah. Karena sistem one way tidak diberlakukan full dedicated 24 jam selama tanggal 30 Mei sampai 2 Juni sesuai rencana. Itu kita terima kasih," pungkasnya. (lua/lth)


Sumber: detik.com
Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.