Developed in conjunction with Joomla extensions.

Tanggapi Fadli Zon, Istana Luruskan Foto Keluarga Jokowi di Istana Bogor

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Jakarta - Pihak Istana Kepresidenan menanggapi soal sindiran Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pencitraan keluarga lewat foto di Istana Kepresidenan. Istana menjelaskan soal sesi foto yang disinggung Fadli.

Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan, pemberitaan soal Presiden Jokowi dan keluarganya memang banyak dimuat media belakangan ini. Termasuk munculnya sejumlah foto Presiden bersama keluarga yang tengah diwawancarai wartawan Kebun Raya Bogor, yang bersebelahan dengan Istana Kepresidenan Bogor pada 8 Desember 2018 lalu.

"Dapat disampaikan, sebenarnya tidak ada maksud keluarga Presiden Joko Widodo berfoto bersama di depan wartawan. Namun yang benar, Presiden Joko Widodo bersama keluarga menerima wawancara bersama dari wartawan istana yang berasal dari berbagai media karena banyaknya permohonan wawancara," kata Bey, Selasa (12/2/2019).


Dia mengatakan, saat sesi wawancara itu kebetulan anggota keluarga Jokowi, kecuali Kaesang Pangarep, sedang berada di Istana Kepresidenan Bogor. Maka, Jokowi pun menyetujui permintaan agar mengikutsertakan seluruh anggota keluarganya dalam wawancara itu.

"Dikarenakan padatnya agenda Presiden dan kebetulan seluruh anggota keluarga sedang berada di Bogor, maka diputuskan Presiden menerima wawancara di Grand Garden, sebuah kafe yang terletak di kawasan Kebun Raya Bogor, Sabtu 8 Desember 2018 yang lalu," kata Bey.

Terkait denga foto yang bereda, Bey mengatakan itu adalah hal yang wajar. "Ini juga sebagai dampak dari banyaknya media yang mewawancara, ingin mengambil momen Presiden bersama keluarga," kata Bey.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyindir Jokowi yang disebutnya melakukan pencitraan keluarga harmonis lewat sesi foto yang dilakukan di Istana Kepresidenan. Menurutnya, terlalu banyak wartawan yang ikut dalam sesi foto tersebut.

"Mbok ya sutradaranya lebih bagus dalam rancang pencitraan, misalnya mau berikan pencitraan sebagai keluarga harmonis di Kebun Raya Bogor. Tapi wartawannya terlalu banyak. Harusnya kan wartawannya 2 atau 3, nanti di-share. Ini sampai 100 orang sehingga bocor pencitraan," kata Fadli dalam diskusi di Seknas Prabowo-Sandi, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/2).

Fadli membandingkan hal tersebut dengan operasi foto di Pilpres Amerika Serikat (AS). Menurutnya, munculnya pencitraan keluarga harmonis dilakukan untuk mendapatkan dampak.

Namun, karena bocor dan tak mengerti teorinya, lanjut Fadli, yang muncul malah pencitraan brutal.

"Kalau dalam teori photo operation di Pilpres Amerika itu memang ada teorinya, namanya Photo Ops. memang dia sengaja berikan pencitraan untuk dapatkan impact tertentu bahwa kita ini memang keluarga harmonis. Itu dibikin rapi, (sementara) ini dibikin pencitraan brutal karena tidak mengerti teorinya," ucap Wakil Ketua DPR ini.
(jor/rna)

Sumber: detik.com
Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.