Developed in conjunction with Joomla extensions.

Viral Pria Memaki Polantas, Ujung-ujungnya Nangis Minta Pulang

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Jakarta - Video pria memaki polisi lalu lintas viral di media sosial. Ada dua video terkait peristiwa tersebut.

Pada video pertama, pria tersebut menantang polisi untuk memukul dirinya. Dia kemudian menunjuk-nunjuk beberapa anggota polisi sambil membentak. Kata-kata kotor keluar dari mulut pria tersebut. Dia juga beberapa kali melakukan gerakan tubuh yang memprovokasi polisi. Namun, polisi tidak terpancing dan berusaha meredakan amarah pria tersebut.

Pria tersebut juga mengancam menurunkan pangkat para polantas yang berurusan dengannya. Dia mengatakan bapaknya seorang presiden yang baru turun dari Irak.


Sementara di video kedua, pria tersebut tampak menangis tersedu-sedu. Pria itu didudukkan di sebuah kursi di sebuah ruangan. Pria tersebut mengaku diajak minum minuman beralkohol. Dia menyatakan siap jika harus menjalani tes narkoba dan tes alkohol. Dia juga menyatakan siap menanggung kerusakan dan bersedia ditahan SIM-nya.

Seorang petugas bertanya mengapa pria tersebut hendak pergi ke Bekasi. Pria tersebut menjawab ingin pulang. Dalam video, terdengar seorang petugas mengatakan pria tersebut melaju dari Jakarta menuju Bitung, Tangerang.

Polisi menyatakan peristiwa itu terjadi bulan lalu di Bitung, Tangerang. Pria tersebut diketahui berurusan dengan polisi karena menabrak mobil Polisi Jalan Raya (PJR).

"Jadi tadi wakasat sudah cek ini ke berbagai sumber, ke petugas-petugas PJR. Itu kejadian satu bulan lalu. Itu tolnya bukan Cibitung, tapi Tol Bitung wilayah Tangerang. Jadi kejadiannya nabrak PJR jalan tol," ujar Kasubag Humas Polres Bekasi Kompol Sukrisno saat dihubungi, Selasa (20/11/2018).

Tonton juga 'Ngakak! Lewat':

[Gambas:Video 20detik]



Diduga pria tersebut tengah dalam pengaruh alkohol atau zat narkoba lainnya sehingga memaki petugas dan melakukan tindakan di luar kontrol. Polisi mengamankan pria tersebut agar tidak membahayakan orang lain. Sukrisno mengimbau masyarakat tetap menggunakan cara yang baik untuk berkomunikasi.

"Polisi sudah terlatih hadapi masyarakat dengan berbagai karakter. Termasuk anak muda ini yang ada masalah sendiri atau pengaruh lain-lain sehingga menggunakan kata-kata kotor, polisi tetap kontrol. Kalau tidak kita amankan dia malah bisa membahayakan orang lain. Kita sadarkan, kita kasih minum, baru sadar dia," ucap dia.

"Kalau mungkin dia tidak terima, kalau dia normal, dia kan menabrak kok, pasti semestinya minta maaf sama polisi. Ini diminta SIM-nya nggak mau malah marah," sambung Sukrisno.


(jbr/fdn)

Sumber: detik.com
Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.