Developed in conjunction with Joomla extensions.

Sandiaga Minta Isu 'Tampang Boyolali' Tidak Dipolitisir

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Jakarta - Pernyataan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto soal 'tampang Boyolali' menuai kontroversi. Cawapresnya Prabowo, Sandiaga Uno, meminta pernyataan itu tidak dipolitisir sembari meminta pesan Prabowo terkait kesejahteraan rakyat dalam pidato itu dilihat.

"Jangan dibesar-besarkan. Kita fokus mempersatukan," kata Sandiaga Uno saat berkunjung di Makassar, Sulsel, Minggu (4/11/2019).

"Jangan dipolitisasi. Pernyataan Pak Prabowo adalah pernyataan sebagai bapak bangsa yang ingin mengangkat isu agar kita semua bergandengan tangan untuk memastikan bahwa kesenjangan ini bisa kita persempit," sambungnya.


Dia mengatakan maksud perkataan Prabowo adalah bagaimana jurang kemiskinan antara si miskin dan si kaya dapat diselesaikan secara permanen. "Jangan sampai kita akhirnya mengerucutkan isunya yang tidak substansial sama sekali, bagaimana kita memastikan bahwa kita tingkat kesejahteraan masyarakat di garis kemiskinan atau di bawah kemiskinan," ucapnya.

Dia menyebut Prabowo-Sandi ingin masyarakat tumbuh dari golongan miskin menjadi golongan yang sejahtera.

Pidato yang menyinggung 'tampang Boyolali' itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Posko Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno Kabupaten Boyolali, Selasa (30/10). Prabowo mula-mula berbicara mengenai belum sejahteranya masyarakat saat ini. Ia kemudian memberi perumpamaan wajah Boyolali yang belum pernah masuk hotel-hotel mahal.

"Kalian kalau masuk, mungkin kalian diusir. Tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang-tampang kalian ya tampang orang Boyolali ini. Betul?" kata Prabowo kepada para pendukungnya.

Simak Juga 'Pidato 'Tampang Boyolali' Prabowo yang Mendadak Viral':

[Gambas:Video 20detik]




(fiq/gbr)

Sumber: detik.com
loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.