Developed in conjunction with Joomla extensions.

Ditanya soal Umpatan 'Matamu' dari Buwas, Mendag Balik Badan

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menanggapi dingin ketika dimintai respons terkait umpatan 'matamu' yang dilontarkan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas).

Umpatan 'matamu' itu terlontar dari mulut Buwas lantaran kesal dengan pernyataan Mendag Enggar yang menyebut penuhnya gudang beras milik bulog bukanlah urusan Kementerian Perdagangan.

Siang tadi ketika Mendag berkunjung ke pabrik olahan tahu dan tempe di bilangan jakarta Barat. Dalam kesempatan tersebut Enggar menjelaskan soal harga kedelai tidak naik dan kualitas tempe dan tahu tetap terjaga. Ia juga mengatakan, ukuran dari tempe dan tahu juga masih tebal tidak seperti apa yang diberitakan soal ketebalannya berkurang.



Awak media sempat menanyakan soal impor beras, Mendag sempat menjelaskan soal total kuota impor beras dari hasil rapat koordinasi antar menteri yaitu 2 juta ton.

"Itu rakor bukan saya itu rakor memutuskan sesuai UU sesuai dengan PP, Perpres saya mengeluarkan surat tugas pada Bulog yang juga hadir di situ. Kenapa karena dia harus impor dan kemampuan produksi beras kita kurang. Bulog melakukan impor dengan tender terbuka, semua itu sudah wilayahnya Bulog itu. Baru setelah itu beras itu jadi cadangan pemerintah. Kami menugaskan Bulog untuk penetrasi ke pedagang pasar baik ke mitra itu," jelas dia di kawasan Kalideres, Jakarta Barat Rabu (19/9/2018).

Enggar lebih lanjut menjelaskan pernah mendapat informasi bahwa gudang Bulog memiliki daya tampung 4 juta ton beras namun beberapa bagian disewakan untuk dikomersilkan.

"Gudang dari Bulog itu 4 juta kemudian sebagian itu dari gudang itu di komersialkan bagaimana kebutuhannya itu urusan koorporasi ada bagiannya. Kami sesuai rakor sesuai permintaan. Kemudian ada pula perintah untuk serap dia beras dalam negeri. Sampai sekarang penyerapan belum maksimal stok sekarang 2,2 juta hanya terserap dan baru terserap sekitar 800, komersial 130 ton dan yang lainnya eks impor," papar dia.

Lebih lanjut detikFinance berusaha meminta rincian mengapa Kementerian Perdagangan tidak ikut andil dalam pembiayaan sewa gudang Bulog. Mendag bersikukuh hal tersebut merupakan kewajiban koorporasi.

"Itu urusan koorporasi. Itu urusan koorporasi. Kalau itu (sewa) mahal ya apa urusan saya. Itu urusan perusahaan dia meminta izin dua juta ton beras," jelas dia.


Lebih jauh lagi ketika ditanya soal kritikan buas soal matamu, Menteri perdagangan malah berbalik badan dan menanggapi pertanyaan dari wartawan lain.

"Pak katanya 'matamu' pak katanya, kalau (sewa gudang) bukan urusan Kemendag?" tanya wartawan. Enggar tak menjawab dan hanya berbalik badan meninggalkan kerumunan media. (dna/dna)


Sumber: detik.com
Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.