Developed in conjunction with Joomla extensions.

Head to Head, Begini Gambaran Kekuatan Erick Thohir-Djoko Santoso

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Jakarta - Pertarungan antar-ketua timses pasangan bakal capres-cawapres, yaitu Erick Thohir (kubu Jokowi-Ma'ruf) dengan Djoko Santoso (kubu Prabowo-Sandi) dinilai patut ditunggu. Keduanya punya latar belakang berbeda, Erick Thohir dikenal sebagai pengusaha, Djoko Santoso mantan Panglima TNI. Apa keunggulan keduanya?

Pengamat politik Rico Marbun mengatakan Erick Thohir punya magnet untuk menyedot suara milenial. Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin diunggulkan bisa menarik suara kalangan menengah atas lewat tangan Erick Thohir.

"Menurut saya sisi positif Erick adalah dia tidak hanya memiliki fungsi manajerial, tapi juga fungsi elektoral. Artinya Erick tidak hanya dibutuhkan untuk menjadi dirijen orkestra tim Jokowi-Ma'ruf, tapi Erick sendiri secara personal bisa menjadi magnet elektoral bagi Jokowi-Ma'ruf, terutama di segmen pemilih muda dan menengah atas. Dalam bahwa lain Erick ini bisa dibilang seperti 'wapres kedua' bagi Jokowi, tentu dalam perspektif magnet elektoral," kata Rico saat dihubungi Sabtu (8/9/2018).


Sementara itu, lanjut Rico, Djoko Santoso yang berlatar belakang militer dirasa punya kemampuan sebagai panglima perang. Djoko Santoto dinilai bisa membakar semangat gerakan 2019 Ganti Presiden di tengah masyarakat.

"Sementara Djoko Santoso ini seperti latar belakangnya, fungsinya adalah fungsi 'tempur'. Dan ini juga tidak boleh dianggap remeh, mengapa? Karena situasi sekarang beda dengan suasana 5 tahun lalu. Pembelahan sosial dan peluang terbentuknya cluster oposisi yang solid di masyarakat lebih kuat saat ini. Dalam posisi ini bagi Prabowo-Sandi sebagai oposisi, suasana pilpres mirip dengan suasana 'perang'. Angkatan darat biasa dilatih untuk melawan musuh yang superior secara persenjataan. Begitulah kubu Jokowi-Ma'ruf saat ini, sangat lengkap dan superior dari sisi persenjataan 'politik'," kata Rico.

"Suasana ini sebenarnya Djoko Santoso secara alamiah paham bagaimana mengelolanya. Tinggal kita lihat bagaimana adu taktik antara keduanya," lanjut dia.

Lebih lanjut, Djoko Santoso dikatakan lemah untuk urusan menyedot suara milenial. Background militernya dinilai tidak bisa mengimbangi komunikasi generasi Y.

"Menurut saya Pak Djoko kurang pas menjadikan dirinya sebagai figur yang mampu menarik suara milenial. Secara fisik, gaya komunikasi dan pengalaman, tentu Erick lebih pas untuk urusan ini. Pak Djoko ini lebih pas memposisikan dirinya sebagai panglima untuk memperbesar semangat ganti presiden 2019," tutur Rico.


PPP Ungkap Kelebihan Erick Thohir, Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]


(idn/gbr)

Sumber: detik.com
Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.