Developed in conjunction with Joomla extensions.

Anies Pakai Waring Kurangi Bau Kali Item, Dosen ITB: Tak Efektif

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan waring (jaring) dipasang di Kali Item untuk mengurangi bau tak sedap di sekitar wisma atlet. Namun cara itu dianggap kurang efektif.

Dosen teknik lingkungan ITB, Agus Jatnika, menjelaskan bau yang muncul di kali adalah akibat proses anaerob, sehingga terbentuk gas yang tidak masuk kategori organik. Gas itu masih bisa lolos meski dihalangi membran semipermeabel.

"Menurut saya, gas-gas itu bahkan dengan membran semipermeabel, gas masih bisa lolos. Dari segi itu, (waring) kurang efektif," kata Agus saat dihubungi, Jumat (20/7/2018).



Waring di atas Kali Item itu rencananya akan diberi tanaman. Menurut Agus, hal itu juga tidak berdampak untuk menghilangkan bau.

Agus menyarankan penggunaan absorben untuk mengurangi bau. Absorben itu kemudian diletakkan di dalam kali.

"Misalnya karbon aktif dibungkus kain, ditanam di dalam air. Itu akan sangat membantu," kata pemilik gelar doktoral dari University of Wales ini.


Selain waring, Pemprov DKI menggunakan aerator dan nano bubble untuk menghilangkan bau di Kali Item. Agus menilai langkah itu bisa efektif asalkan diletakkan di hulu kali, bukan hilir.

"Penambahan aerator dan nano bubble pada intinya untuk mencegah kondisi anaerob. Supaya oksigen cukup dalam air, maka dilakukan aerasi. Memang kalau dari hulu sudah dilakukan, bisa efektif. Harus di hulu, jangan di hilir. Kalau di hilir bisa tambah bau," ungkap Agus.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan waring dipasang untuk mengurangi penguapan dari Kali Item. Anies berharap dengan pemasangan tersebut akan mengurangi bau tak sedap.

"Di lokasi kita kurangi pencahayaan (dengan waring) sehingga mengurangi evaporasi, harapannya tidak tercium (bau). Bukan hanya menutup, tapi juga aroma," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (20/7/2018).
(imk/tor)

Sumber: detik.com
loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.