Developed in conjunction with Joomla extensions.

Dituding Cuma Ongkang-ongkang, Mahfud MD Beberkan Kinerja BPIP

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Jakarta - Ketua dan Anggota Dewan Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) awalnya tak mau menanggapi tudingan bahwa mereka mendapatkan gaji fantastis hingga ratusan juta rupiah. Tokoh sepuh yang duduk di Dewan Pengarah BPIP seperti Megawati Soekarnoputri, Try Sutrisno hingga Syafii Maarif menganggap tudingan mendapat gaji selangit itu adalah isu sampah.


Namun anggota Dewan Pengarah BPIP Mahfud MD merasa perlu memberikan penjelasan. Khususnya terkait dengan tudingan bahwa mereka selama ini hanya ongkang-ongkang kaki saja alias tidak bekerja padahal digaji ratusan juta rupiah.

Menurut Mahfud, orang yang menuding BPIP hanya ongkang-ongkang kaki saja tidak pernah membaca media. Selama ini media massa kerap memberitakan kegiatan BPIP.


Tahun lalu misalnya, BPIP mengundang 72 tokoh berprestasi. Ada budayawan, olahragawan, seniman dan lain sebagainya. Acara ini digelar dalam rangka 72 tahun Indonesia merdeka. "Itu biayanya Rp 7,7 miliar. Negara tidak membiayai, BPIP tidak mengeluarkan uang," kata Mahfud saat Blak blakan dengan detikcom yang tayang Jumat, 1 Juni 2018.

Selain itu, mulai 1 Juni hingga 18 Agustus nanti di Yogyakarta ada kegiatan pembinaan ideologi pancasila dengan bintang tamu SLANK. Kegiatan ini memerlukan anggaran sekitar Rp 3,3 miliar. Lagi-lagi negara mau pun BPIP tidak mengeluarkan anggaran sepeser pun.

Lalu dari mana biayanya?

Mahfud menjelaskan bahwa kegiatan itu dilakukan oleh perusahaan swasta yang diminta oleh BPIP. Perusahaan tersebut benar-benar swasta murni yang tidak menggunakan dana APBN dan tidak ikut menggarap proyek negara.

"Ini ada kegiatan bagus, Anda mau nggak biayain? Kalau Anda mau silakan kelola sendiri. Kami (BPIP) tidak boleh kelola uang swasta karena kami lembaga negara," jawab Mahfud.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu dengan meminta maaf mencontohkan Astra dan Sinar Mas sebagai perusahaan yang pernah beberapa kali mengadakan kegiatan terkait ideologi pancasila.

Mereka mengadakan kegiatan dengan menggunakan dana CSR (corporate social responsibility). BPIP menjadi pihak yang diundang dalam acara tersebut sebagai nara sumber. "Mereka undang kami untuk berceramah," Mahfud menjelaskan.

BPIP, tegas Mahfud, tak pernah meminta perusahaan BUMN untuk mengadakan kegiatan pembinaan ideologi pancasila. Ini lantaran BUMN menggunakan uang negara.


(erd/jat)

Sumber: detik.com
loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.