Developed in conjunction with Joomla extensions.

Video Porno 'Aryodj', Pimpinan DPR: MKD Punya Kewajiban Meluruskan

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Jakarta - Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengatakan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) punya kewajiban memeriksa kasus video porno yang disebut mirip anggota DPR Aryo Djojohadikusumo. MKD memiliki kewenangan mendapatkan klarifikasi atas video tersebut.

"Semuanya anggota Dewan ini kan masalah etika ini ada di MKD. Sehingga MKD-lah yang mempunyai tugas dan kewajiban untuk meluruskan atau untuk mengklarifikasi atau untuk mengurusi etika dari anggota Dewan," kata Agus di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/5/2018).

Namun Agus tak mau memberikan komentar tentang video syur tersebut. Dia mengaku sama sekali belum mengetahui soal video itu.

"Namun sekali lagi, saya belum pernah melihat. Jadi coba nanti kita lihat, saya utik-utik di sosmed saya. Kalau yang ini saya belum tahu," ujar Agus.

Video syur mirip Aryo itu berdurasi 2 menit 35 detik. Di dalam video itu, ada seorang pria dan dua wanita yang tidak mengenakan pakaian. Si pria melakukan adegan syur dengan salah seorang wanita, sedangkan wanita lainnya diminta merekam. Video yang beredar itu diberi judul 'aryodj di apartemen'.


Ketua DPP Gerindra Habiburokhman menepis tudingan bahwa laki-laki dalam video itu mirip Aryo .

"Saya sudah banyak baca ya... dimintai keterangan oleh beberapa wartawan juga. Ini kan isu daur ulang ya, yang pernah kalau nggak salah pernah bulan April tahun 2017," kata Habiburokhman mengacu pada peredaran foto pria dengan dua wanita tanpa busana yang juga dikaitkan dengan Aryo. Foto itu sudah dibantah oleh Gerindra. Habiburokhman menjawab pertanyaan via telepon, Minggu (27/5).

Sementara itu, hingga saat ini Aryo Djojohadikusumo belum bisa dihubungi. Panggilan telepon dan pesan WhatsApp serta SMS kepadanya belum mendapat respons.
(tsa/tor)

Sumber: detik.com
Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.