Developed in conjunction with Joomla extensions.

Merasa Diintimidasi di CFD, Pria Ini Lapor ke Polisi

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Jakarta - Seorang pria bernama Stedi Repki Watung (37) mengaku diintimidasi saat berolahraga di Car Free Day (CFD) Bundaran HI. Dia kemudian melaporkan tindakan tersebut ke Polda Metro Jaya.

Stedi menyatakan, pada CFD kemarin, dia memakai baju #DiaSibukKerja dan sedang beristirahat selepas berolahraga. Tiba-tiba dia melihat seorang anak kecil yang dihadang oleh kelompok yang memakai baju #2019GantiPresiden.

"Waktu itu saya lagi istirahat terus kebetulan ada teman saya, teman jalan pagi, anak kecil ngelewatin dicegat sama ganti Presiden (#2019GantiPresiden)," kata Stedi di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (30/4/2018).

Stedi kemudian berusaha menolong anak tersebut tapi dirinya juga dihadang oleh kelompok yang memakai kaus #2019GantiPresiden. Stedi menyatakan dia justru mendapatkan perlakukan yang tidak baik dari kelompok tersebut.

"Pas saya sudah sampai di kerumunan ganti presiden itu tiba-tiba saya dicegat. 'Ah ini orangnya'. Saya ini apa? Saya ini jalan pagi, jalan sehat. Saya menyelamatkan anak itu, dia langsung lari," tutur Stedi.


Dia mencoba melarikan diri dari kerumunan itu. Namun Stedi merasa diintimidasi dengan disodor-sodorkan uang oleh kelompok #2019GantiPresiden.

"Saya berusaha untuk menyelamatkan diri juga dari kerumunan orang banyak orang di situ. Memaksa buka baju, digosok. Dijejel uang, kipas. Mulut saya itu. Diomongin berapa duit, berapa duit, kamu mau duit berapa? Kaus mau dibuka," papar dia.

Tak berhenti di situ, Stedi pun dipaksa melepas kaus #DiaSibukKerja. Namun dia emoh melepaskannya.

"Tapi saya tetap mempertahankan presiden saya, Jokowi. Buat apa saya membuka. Kalau saya mau buka, saya mau injek-injek itu. Tapi saya pertahankan. Saya tahan emosi. Saya balik arah," imbuh dia.


Stedi melaporkan insiden tersebut didampingi oleh Perkumpulan Advokasi Hukum Indonesia Hebat (Padi Hebat). Salah seorang kuasa hukum, Bambang Sri Pudjo, mengatakan tindakan yang terjadi di CFD itu sangat memalukan. Dia menyebut perilaku itu merupakan tindakan persekusi yang terorganisasi.

"Perilaku persekusi dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan cara yang sangat terorganisir, terencana masif, terpola, dan telah sampai akan tujuannya," tutur dia.


Laporan Stedi tertuang dengan nomor TBL/2362/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 30 April 2018. Pelaku dalam kasus ini masih dalam penyelidikan.

Perkara yang dilaporkan adalah perbuatan yang tidak menyenangkan disertai ancaman kekerasan dengan Pasal 335 KUHP.

Politikus Gerindra M Taufik, yang hadir di CFD kemarin, menyatakan aksi massa berkaus #2019GantiPresiden tidak dikoordinasi.

Berkaitan dengan CFD pada Minggu kemarin, juga muncul video viral mengenai ibu dan anak yang disebut diintimidasi. Soal kejadian itu, pegiat media sosial Mustofa Nahrawardaya, yang berada di lokasi kejadian, menyatakan tidak ada intimidasi.

"Nggak ada (intimidasi). Itu kan biasa orang teriak-teriak ganti presiden. Dia masuk ke situ. Kalau nggak ingin diejek, jangan masuk ke situ. Kan berisiko. Lebaylah nggak perlu kayak gitu. PSI katanya juga mau laporlah ke polisi. Mau diperiksa juga nggak saling kenal mereka," kata Mustofa.



Tonton video lainnya mengenai komentar Sandiaga Uno atas intimidasi di CFD:

[Gambas:Video 20detik]


(knv/fjp)

Sumber: detik.com
Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.