Developed in conjunction with Joomla extensions.

Pemicu Ambrolnya Jembatan Babat: 3 Truk Saling Salip

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Tuban - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub turun langsung ke lokasi jembatan penghubung Babat Lamongan dan Widang Tuban yang ambrol. Kesimpulan sementara, selain usia jembatan dan tonase, faktor terpenting dalam ambrolnya jembatan adalah 3 truk saling salip. Mengapa bisa membuat jembatan ambrol?

Dirjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kemenhub Budi Setiyadi mengaku telah berkoordinasi dengan Bupati Tuban Fathul Huda dan Bupati Lamongan Fadeli, juga Kapolres Tuban AKBP Sutrisno dan Kapolres Lamongan AKBP Feby D. P Hutagalung, serta pihak Kementerian Pekerjaan Umum. Mereka sepakat pemicu ambrolnya jembatan karena perilaku sopir truk.

"Jadi truk satu disalip truk. Truk di depannya baru saja menyalip. Bawaan truk cukup berat, jadi bertumpu di bentangan tiga, titiknya (ambrol) itu kan di bentangan tiga. Tumpuannya terlampau berat, sehingga jatuh," urai Budi di lokasi kejadian, Selasa (17/4/2018).

Budi menambahkan, masing-masing truk membawa muatan 30 ton. Jika ditambah berat truk yang 3 ton, maka beban jembatan sangat berat.

Tiga truk yang tercebur ke Bengawan Solo saat jembatan ambrol saat ini belum bisa dievakuasi. Crane sempat didatangkan, tapi ternyata kapasitasnya kurang kuat. Selain truk, ada satu sepeda motor yang masih tercebur.

Dalam keterangan terpisah, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiadie Moerwanto menyebutkan kapasitas beban jembatan adalah 45 ton dengan rasio toleransi keamanan 1,5 kali. Itu artinya jembatan tersebut maksimum menampung beban hingga 70 ton. Nah, saat kejadian, beban jauh di atas batas toleransi.

[Gambas:Video 20detik]



(trw/trw)

Sumber: detik.com
Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.